Rabu, 25 Juni 2008

Garudafood, Pabrik Kacang atau Sekte Agama ?


Garudafood, Pabrik Kacang atau Sekte Agama ?

Penggemar filsafat yang bersahabat dengan Gus Dur ini membawa
Garudafood terbang amat tinggi. Dari hanya punya 1 pabrik dengan 700
karyawan dan 5 item produk, Garudafood dikembangkannya menjadi 8
pabrik, 19.000 karyawan dan 200 item produk. Konon, Sudhamek AWS
adalah CEO paling brilian di Indonesia sekarang ini. Dia mengubah
perusahaan menjadi mirip sekte agama.

Oleh : Robert Manurung

SELAMANYA aku skeptis terhadap dunia bisnis, apalagi di Indonesia.
Pebisnis adalah orang-orang oportunis, rent seeker, rakus, dan siap
melakukan hal-hal kotor demi mendapat keuntungan sebesar-besarnya.
Kunci sukses mereka cuma tiga : menjilat pemerintah, mengeksploitasi
buruh, dan menipu konsumen. Pokoknya, I hate them all.

Tapi anehnya, aku selalu terseret ke dunia yang mendewakan profit itu.
Dulu, ketika masih aktif sebagai wartawan, aku sempat antipati
terhadap Presdir PT Multi Bintang Indonesia, Tanri Abeng. Tapi setelah
mengenalnya dari dekat, aku berbalik kagum karena ternyata pria asal
Selayar (Sulsel) ini pernah jadi pengantar pizza di AS. Aku merasa
lebih akrab lagi setelah dikenalkan pada isterinya yang rendah hati,
Ida boru Nasution.

Kendati terkesan oleh kepribadian Tanri—yang belanja sendiri bahan
pakaiannya di Tanah Abang, lalu dikerjakan oleh tukang jahit biasa;
namun sikapku terhadap dunia bisnis tidak berubah sedikit pun. Aku
tetap antipati meski kemudian kenal dekat pentolan bisnis lainnya, Bob
Hasan, Martina Wijaya, Probosutedjo, Sudwikatmono, Pontjo Sutowo. Aku
makin skeptis setelah era Reformasi– yang memunculkan banyak petualang
bisnis alias parasit ekonomi.

Namun ada satu pengecualian, yaitu Sudhamek AWS, Chief Excecutive
Officer (CEO) PT.Garudafood.. Menurutku dia ini sangat brilian dan
relatif bersih; karena mampu meraih sukses luar biasa tanpa privilese
dari pemerintah; tidak terlibat kasus BLBI; tidak curang dalam
bersaing; dan tanpa merugikan konsumen. Meski belum pernah bertemu
dengannya, tapi aku banyak mendengar penilaian positif dari berbagai
pihak terhadapnya.

Dari Gudang Garam ke Garudafood

SUDHAMEK AWS lahir di Rembang 20 Maret 1956. Anak paling bontot dari
11 bersaudara. Meskipun keluarganya memiliki bisnis pengolahan kacang
kulit, dengan bendera perusahaan Garudafood, Sudhamek lebih senang
mencari tantangan dan pengalaman di luar. Lulusan S1 ekonomi (1981)
dan hukum (1982) dari Universitas Satya Wacana, Salatiga ini sempat
bekerja selama 12 tahun di PT.Gudang Garam Tbk (GG). Jabatan
terakhirnya Presdir PT Trias Santosa Tbk, anak perusahaan GG.

Kenapa tidak dari awal dia membangun karir di Garudafood ?

"Ada dua pertimbangan. Pertama, saya ingin mencari pengalaman di luar.
Kedua, bisnis keluarga ini masih kecil. Kalau saya masuk, akan
menambah beban orang tua karena harus mencarikan "mainan" (cabang
bisnis) buat saya."kata Sudhamek ketika diwawancarai majalah Warta
Ekonomi.

Bagaimana ceritanya dia menjadi CEO Garudafood ?

"Seorang eksekutif Garudafood membujuk kakak-kakak saya supaya meminta
saya bergabung. Waktu itu, orang tua saya sudah meninggal dunia.
Rupanya mereka terbujuk, selain ada kebutuhan untuk mengubah bisnis
keluarga. Kemudian mereka meminta saya memimpin Garudafood. Saya
bersedia dengan satu syarat : hubungan kami adalah atasan-bawahan.
Saya berpikir rasional, bagaimanapun saya anak bungsu. Kalau
hubungannya masih senioritas, saya tak akan bisa berbuat banyak."

Meskipun mengajukan persyaratan yang keras dan disetujui oleh
kakak-kakaknya, namun dalam kenyataannya Sudhamek tidak pernah memakai
"kartu truf" itu. Dia hanya ingin memastikan bahwa kepemimpinannya
bakal berjalan efektif, tanpa harus ewuh pakewuh karena kedudukannya
sebagai anak paling bontot di antara kakak-kakaknya yang ikut
mengelola Garudafood.

"Mungkin mereka sudah membayangkan akan diperintah adik terkecilnya,
ternyata tidak…hahaha. Saya lebih suka memimpin by heart,"tuturnya
sembari menjelaskan,"Pengalaman kerja di luar selama 12 tahun membuat
saya yakin perusahaan tak bisa berjalan tanpa dukungan penuh dari
share-holder. Jadi, keberhasilan saya membangun perusahaan ini juga
karena dukungan total kakak-kakak saya."

Menjadi konglomerasi yang ekspansif

Di BAWAH kendali Sudhamek, Garudafood berkembang pesat dan menjelma
jadi konglomerasi. Sebelum dia bergabung, perusahaan keluarga ini
hanya memiliki 1 pabrik dengan 700 karyawan dan 5 item produk. Dalam
waktu singkat, Garudafood dikembangkannya menjadi 8 pabrik, 19.000
karyawan dan 200 item produk.

Berkat kemajuan yang luar biasa itu, Garudafood berhasil menggusur Dua
Kelinci sebagai pemimpin pasar kacang kulit. Tapi Sudhamek belum puas.
Lalu dia merambah ke bisnis biskuit, minuman, snack dan distribusi;
dan ternyata sukses pula. Selanjutnya dia ingin membangun imperium
bisnis yang merajai food industries, sambil melebarkan sayap ke bidang
bisnis yang dianggapnya sangat strategis, yaitu CPO dan farmasi.

Apa rahasia suksesnya mengalahkan Dua Kelinci ?

"Pertama,benahi distribusi. Indonesia ini negara kepulauan. Kunci di
bisnis consumer goods adalah distribusi yang bisa menjangkau seluruh
lokasi. Sekuat apa pun marketing kita, kalau produk belum ada di
pasar, tak ada artinya. Merata dulu baru beriklan."ujar Sudhamek.

"Kedua, membangun brand. Ketiga, inovasi. Sekarang, posisinya, apa pun
produk kami, ditiru Dua Kelinci. Kami buat Katom (kacang atom), mereka
juga bikin Sukro. Kami buat Pilus, mereka bikin Tik Tak. Satu-satunya
yang tidak mereka ikuti di biskuit. Mungkin masih ngeri karena ada
Danone, Arnotts, dan Nabisco. Belum lagi pemain kuat lokal seperti
Mayora dan Khong Guan."imbuhnya.

Sekarang, produk yang menjadi kontributor utama pendapatan Garudafood
ternyata bukan kacang kulit, melainkan biskuit. Kacang kulit bahkan
sudah harus bersaing di urutan kedua dengan produk minuman. Menurut
Sudhamek item kacang kulit Garudafood yang paling laris adalah kemasan
eceran Rp 500.

"Orang sering salah persepsi jika bicara Garudafood, yang ada di
benaknya pasti kacang. Ini problem bagi saya. Sebab, Garudafood ini
corporate brand, bukan product brand lagi. Ini otokritik untuk divisi
marketing kami,"katanya.

Pabrik kacang atau sekte agama ?

BISNIS sekarang ini sudah jauh berubah dibanding masa ayah Sudhamek
membangun Garudafood, puluhan tahun silam. Ketika itu tuntutan
konsumen kacang kulit masih sangat sederhana, yaitu rasanya gurih,
garing dan kulit kacangnya terlihat bersih. Kemasan masih dianggap
sekadar pembungkus; belum ada yang mempersoalkan standar keamanan buat
kesehatan, apalagi estetika, itu urusan kesekian. Soal bagaimana
perusahaan pembuatnya juga belum dikaitkan dengan produk.

Sekarang, setiap pembeli kacang kulit Garudafood, biarpun harganya
cuma Rp 500, yang ada di benaknya bukan lagi sekadar rasa gurih,
garing, higienis dan kemasan yang artistik, tapi sudah memperhitungkan
image produk itu sendiri. Dan ini terkait erat dengan industri
pencitraan,yaitu iklan dan reputasi perusahaan..

Nike, merek sepatu dan peralatan olahraga global yang dipopulerkan
pebasket legendaris Michael Jordan itu, kini sudah menjadi brand yang
jelek di Indonesia. Pasalnya, perusahaan outsourcing yang memproduksi
sepatu dan apparel Nike di Indonesia banyak yang mengemplang hak-hak
buruh, sehingga sering terjadi demo, terutama di Tangerang.

Bagaimana Sudhamek menyikapi fenomena ini ?

"Sejak 17 tahun lalu, jauh sebelum konsep Spiritual Company (SC)
menjadi sangat populer, Garudafood sudah mempraktekkan itu. Kenaikan
pangkat dan bonus karyawan tidak hanya ditentukan secara kuantitatif
dengan KPI (Key Performance Indicator), tetapi juga kualitatif, yaitu
attitude atau perilaku,"ucap Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI)
ini sembari menjelaskan,"Contoh lain, sebelum dan setelah rapat, kami
selalu berdoa bersama. Mungkin saya CEO yang paling sering berdoa…hahaha."

Bagaimana praktek SC di Garudafood ?

"Analoginya seperti pohon bambu. Pada tiga-empat tahun awal, bambu
tumbuh ke bawah, memperkuat akar, dan baru ke atas. Makanya diterjang
angin sekuat apa pun bambu tidak rubuh. Artinya, kalau perusahaan mau
kukuh, kita perkuat akarnya dulu. Di Garudafood, akarnya adalah
nilai-nilai spiritual, filosofi, dan misi perusahaan. Nilai-nilai ini
kami buatkan kurikulum, modul-modul, metode sosialisasi, organisasi,
sistem, bujet, maupun infrastrukurnya."

"Jika dilakukan secara konsisten, kultur akan terbentuk. Memang ini
jangka panjang, karena kami membangun habit,"tutur Sudhamek yang
bersahabat dengan banyak orang dari berbagai latar belakang. Sebelum
Nurcholis Madjid meninggal dunia, tokoh yang populer dengan panggilan
Cak Nur ini sempat membangun sekolah plus bersama Sudhamek; yaitu
Seville Nation Plus Schools.

"Kami ingin membangun pendidikan yang menyeimbangkan prestasi akademik
dan pembentukan watak.Ini agar anak-anak kita tak hanya pintar, tetapi
juga memiliki hati yang hangat,"ujar pengikut Budha ini mengenai
sekolah yang dibangunnya bersama Cak Nur.

Apa yang dilakukan Garudafood kalau ada karyawan menyimpang dari
nilai-nilai perusahaan ?

"Ini ajaran Budha. Suatu ketika Budha ditanya bagaimana caranya
mendidik murid. Lantas, Budha bertanya kepada Keshi, salah satu
muridnya yang pawang kuda, bagaimana cara dia mendidik kuda. Keshi
menjawab," Pertama, kuda akan saya didik dengan lembut. Kalau tidak
berhasil, akan saya kombinasikan dengan cara keras. Kalau gagal juga,
kuda itu saya bunuh." Lantas, Budha berkata,"Begitu juga yang saya
lakukan dalam mendidik. Cuma bedanya, saya tidak membunuh, tetapi akan
saya keluarkan dia dari komunitas ini."

"Artinya, seorang nabi pun memiliki sikap tegas. Begitu juga dengan
mengurus perusahaan, kita harus tegas. Kita tak bisa mengambil resiko
kapal ini tenggelam karena mempertahankan 1-2 orang yang buruk,"ujar
Sudhamek.

Calon presiden ?

MENARIK bukan ? Itulah Sudhamek, pemimpin visioner yang telah
"menyulap" Garudafood dari perusahaan keluarga yang relatif kecil
menjadi konglomerasi–dengan manajemen profesional yang berbasis
nilai-nilai spiritual. Ruang kerjanya di Wisma Garudafood di
Jl.Bintaro Raya No.10 Jakarta Selatan, dihiasi dua lukisan yaitu
merpati dan kuda. Katanya, merpati melambangkan kedamaian dan kuda
adalah simbol dinamika. Orang awam mungkin akan melihatnya sebagai
gabungan yang kontras atau paradoksal, tapi bagi Sudhamek itu adalah
sintesis.

Kenapa ya tidak ada partai atau tokoh-tokoh daerah meminta pengusaha
muda yang hebat ini untuk jadi calon gubernur atau presiden ? Apakah
karena dia keturunan Cina dan beragama Budha ?

(www.ayomerdeka.wordpress.com)

Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling


Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling

Oleh Taufiq Ismail
 
Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda,
Terbungkuk dibebani hutang Dan merayap melata sengsara di dunia.
Penganggur 40 juta orang,anak-anak tak bisabersekolah 11 juta murid,
Pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1 juta orang,
VCD koitus beredar 20 juta keping, kriminalitas merebat disetiap tikungan jalan
Dan beban hutang di bahu 1600 trilyun rupiahnya.
Pergelangan tangan Dan kaki Indonesia diborgol diruang tamu Kantor
Pegadaian Jagat Raya,
Dan dipunggung Kita dicap sablon besar-besar: Tahanan IMF Dan
Penunggak Bank Dunia.
 
Kita sudah jadi bangsa kuli Dan babu, menjual tenaga dengan upah
Paling murah sejagat raya.
Ketika TKW-TKI itu pergi lihatlah mereka bersukacita antri penuh
Harapan Dan angan-angan
Di pelabuhan Dan bandara, ketika pulang lihat mereka berdukacita karena
Majikan mungkir tidak membayar gaji, banyak yang disiksa malah diperkosa
Dan pada jam pertama mendarat di negeri sendiri diperas pula.
 
Negeri Kita tidak merdeka lagi, Kita sudah jadi negeri jajahan kembali.
Selamat datang dalam zaman kolonialisme baru, saudaraku.
Dulu penjajah Kita satu negara, kini penjajah multi kolonialis banyak bangsa.
Mereka berdasi sutra, ramah-tamah luar biasa Dan banyak senyumnya.
Makin banyak Kita meminjam uang, makin gembira karena leher Kita makin
Mudah dipatahkannya.
 
Di negeri Kita ini, prospek industri bagus sekali.
Berbagai format perindustrian, sangat menjanjikan,
Begitu laporan penelitian.
Nomor satu paling wahid, sangat tinggi dalam evaluasi,
Dari depannya penuh janji, adalah industri korupsi .
Apalagi di negeri Kita lama sudah tidak jelas Batas halal Dan haram,
Ibarat membentang benang hitam di hutan kelam jam satu malam.
Bergerak ke kiri ketabrak copet, bergerak ke kanan kesenggol jambret,
  Jalan di depan dikuasai maling, jalan di belakang penuh tukang peras,
Yang di atas tukang tindas.
Untuk bisa bertahan berakal waras saja di Indonesia, sudah untung.
 
Lihatlah para maling itu kini mencuri secara berjamaah.
Mereka bersaf-saf berdiri rapat, teratur berdisiplin Dan betapa khusyu'.
Begitu rapatnya mereka berdiri susah engkau menembusnya.
Begitu sistematiknya prosedurnya tak mungkin engkau menyabotnya.
  Begitu khusyu'nya, engkau kira mereka beribadah.
Kemudian Kita bertanya, mungkinkah Ada maling yang istiqamah?
Lihatlah jumlah mereka, berpuluh tahun lamanya,
Membentang dari depan sampai ke belakang, melimpah
Dari atas sampai ke bawah, tambah merambah panjang deretan saf jamaah.
Jamaah ini lintas agama, lintas suku Dan lintas jenis kelamin.
Bagaimana melawan maling yang mencuri secara berjamaah?
Bagaimana menangkap maling yang prosedur pencuriannya malah dilindungi
Dari atas sampai ke bawah?
Dan yang melindungi mereka, ternyata, bagian juga dari yang pegang senjata
Dan yang memerintah.
 
Bagaimana ini?
 
Tangan kiri jamaah ini menandatangani disposisi MOU Dan MUO (Mark Up
Operation),
Tangan kanannya membuat yayasan beasiswa, asrama yatim piatu Dan sekolahan.
Kaki kiri jamaah ini mengais-ngais upeti ke sana kemari,
Kaki kanannya bersedekah, pergi umrah Dan naik haji.
Otak kirinya merancang prosentasi komisi Dan pemotongan anggaran,
Otak kanannya berzakat harta, bertaubat nasuha Dan memohon ampunan Tuhan.
Bagaimana caranya melawan maling begini yang mencuri secara berjamaah?
Jamaahnya kukuh seperti diding keraton,
Tak mempan dihantam gempa Dan banjir bandang,
Malahan mereka juru tafsir peraturan Dan merancang undang-undang,
Penegak hukum sekaligus penggoyang hukum, berfungsi bergantian.
 
Bagaimana caranya memroses hukum maling-maling yang jumlahnya ratusan ribu,
Barangkali sekitar satu juta orang ini,
Cukup jadi sebuah negara mini, meliputi mereka yang pegang kendali
Perintah, eksekutif,
Legislatif, yudikatif Dan dunia bisnis, yang pegang pestol Dan
Mengendalikan meriam,
Yang berjas Dan berdasi. Bagaimana caranya?
 
Mau diperiksa Dan diusut secara hukum?
Mau didudukkan di kursi tertuduh sidang pengadilan?
Mau didatangkan saksi-saksi yang bebas dari ancaman?
  Hakim Dan jaksa yang bersih dari penyuapan?
 
Percuma
 
Seratus tahun pengadilan, setiap Hari 8 jam dijadwalkan
Insya Allah tak akan terselesaikan.
Jadi, saudaraku, bagaimana caranya?
Bagaimana caranya supaya mereka mau dibujuk, dibujuk, dibujuk agar bersedia
Mengembalikan jarahan yang berpuluh tahun
Dan turun-temurun sudah mereka kumpulkan.
Kita doakan Allah membuka hati mereka, terutama karena terbanyak dari mereka
Orang yang shalat juga,
Orang yang berpuasa juga,
Orang yang berhaji juga.
Kita bujuk baik-baik Dan Kita doakan mereka.
 
Celakanya, jika di antara jamaah maling itu Ada keluarga Kita, Ada
Hubungan darah atau teman sekolah,
Maka Kita cenderung tutup Mata, tak sampai hati menegurnya.
Celakanya, bila di antara jamaah maling itu Ada orang partai Kita,
Orang seagama atau sedaerah,
Kita cenderung menutup-nutupi fakta, lalu dimakruh-makruhkan Dan
Diam-diam berharap semoga Kita
Mendapatkan cipratan harta tanpa ketahuan.
 
Maling-maling ini adalah kawanan anai-anai Dan rayap sejati.
Dan lihat kini jendela Dan pintu Rumah Indonesia dimakan rayap.. Kayu
Kosen, tiang,kasau,
Jeriau rumah Indonesia dimakan anai-anai.
Dinding Dan langit-langit, lantai rumah Indonesia digerogoti rayap.
  Tempat tidur Dan lemari, meja kursi dan sofa,
televisi rumah Indonesia dijarah anai-anai.
 
Pagar pekarangan, bahkan fondasi dan atap rumah
Indonesia sudah mulai habis dikunyah-kunyah rayap.
Rumah Indonesia menunggu waktu, masa rubuhnya yang sempurna.
 
Aku berdiri di pekarangan, terpana menyaksikannya.
Tiba-tiba datang serombongan anak muda dari kampung sekitar.
"Ini dia rayapnya! Ini dia Anai-anainya! " teriak mereka.
"Bukan. Saya bukan Rayap, bukan!" bantahku.
Mereka berteriak terus dan mendekatiku dengan sikap mengancam.
 
Aku melarikan diri kencang-kencang.
Mereka mengejarkan lebih kenjang lagi.
Mereka menangkapku.
"Ambil bensin!" teriak seseorang.
"Bakar Rayap," teriak mereka bersama.
Bensin berserakan dituangkan ke kepala dan badanku.
 
Seseorang memantik korek api.
Aku dibakar.
Bau kawanan rayap hangus.
Membubung Ke udara.

 

Kamis, 19 Juni 2008

Baru : Kamus Bahasa

Kamus baru Bahasa Indonesia
diambil dari kiriman Kopral Jabrik


Kuliah:

Seni memindahkan informasi dari buku catatan dosen ke buku catatan mahasiswa tanpa melalui otak kedua belah pihak.

Cerai:

Bentuk kalimat masa depan (future tense) dari 'Menikah'

Rokok:

Tembakau yang digulung dengan kertas dengan api di ujung yang satu dan seorang bodoh di ujung yang lain.

Konferensi:

Kebingungan seseorang dikalikan dengan jumlah peserta.

Ruang Konferensi:

Sebuah tempat dimana semua orang bicara, tidak seorangpun mendengar, dan sesudahnya setiap orang bilang tidak setuju.

Komite:

Individu-individu yang tidak bisa melakukan apa-apa secara individu dan duduk untuk memutuskan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan secara bersama-sama.

Kantor:

Sebuah tempat dimana kamu bisa rileks setelah menjalani hidup rumah tangga yang berat.

Menguap:

Satu-satunya waktu dimana sebagian dari para suami bisa membuka mulutnya.

Kompromi:

Seni membagi kue dengan cara tertentu sehingga tiap orang percaya bagiannyalah yang paling besar.

Air mata:

Tekananhidrolis yang dengannya kekuatan tekad yang maskulin
dikalahkan oleh kekuatan air yang feminin.

Klasik:

Sebuah buku yang dipuji orang-orang, tapi tidak dibaca.

Senyum:

Sebuah garis melengkung yang bisa meluruskan banyak hal.

Dst. :

Sebuah tanda yang membuat orang lain percaya kamu tahu lebih banyak daripada yang sebenarnya.

Pengalaman:

Sebutan yang diberikan para pria untuk kesalahan-kesalahan nya.

Bom Atom:

Penemuan yang mengakhiri semua penemuan.

Diplomat:

Seseorang yang mengatakan kepadamu "Go to hell!" dengan cara sedemikian memikatnya hingga kamu benar-benar merasa ingin ke sana .

Oportunis:

Seorang yang akan mulai mandi kalau dia tidak sengaja terjatuh kedalam sungai.

Optimis:

Seorang yang ketika sedang melayang jatuh dari puncak Monas masih bisa bilang, "Lihat kan . Aku masih belum terluka"

Kriminal:

Seseorang yang tidak beda sama sekali dengan semua orang, kecuali bahwa dia tertangkap.

Boss:

Seorang yang datang cepat ketika kamu terlambat, dan nongol siang ketika kamu datang lebih pagi.

Politisi:

Seorang yang mgnguncang-guncang genggaman tanganmu sebelum pemilihan dan mengguncang- guncang keyakinanmu sesudahnya.

Dokter:

Seseorang yang membunuh sakitmu dengan pil, lalu membunuhmu dengan tagihan.

Cantik/tampan:

Di saat seorang pria/wanita berwajah biasa saja berjalan beriringan dengan orang orang jelek

Kalkulator:

Alat yang membantu kita agar tidak terlalu sering menggunakan kecerdasan kita untuk berhitung

Kendaraan:

Alat untuk mempercepat diri kita agar bisa disuruh dan dimarahi bos di kantor

Telepon:

Sebagai alibi suami bahwa hubungan jarak jauh tidak akan jadi masalah

Handphone:

Alat pembantu suami untuk berkomunikasi dengan istrinya ketika dia sedang kencan dengan wanita lain




Profesor Belanda: Psikologi ala Darwin Ternyata Keliru


Ilmu psikologi yang dijelaskan berlandaskan teori evolusi Darwin
ternyata keliru, kata para pakar. Metoda dan datanya tidak bisa
dijadikan bukti. Psikologi evolusioner ala Darwin mulai tumbang !

Hidayatullah.com–Pakar biologi asal Belanda, Johan J. Bolhuis, yang
juga presiden Royal Dutch Zoological Society, baru-baru ini menulis di
terbitan ilmiah pro-evolusi terkemuka, Science, 6 Juni 2008. Di jurnal
itu, profesor di Institute of Biology, Leiden University, Belanda ini
membedah sebuah buku penting yang baru terbit, Evolutionary Psychology
as Maladapted Psychology (Psikologi Evolusioner sebagai Psikologi
Salah Tempat), karya Robert C. Richardson.

Buku tersebut membongkar kekeliruan penerapan teori evolusi Darwin di
bidang psikologi. Pendekatan evolusi ini menarik perhatian kalangan
masyarakat luas karena, sebagaimana dituturkan Bolhuis, seringkali
menyentuh bahasan-bahasan seperti birahi manusia, seks dan nafsu.

Psikologi ala Darwin

Dalam ulasannya yang berjudul "Psychology: Piling On the Selection
Pressure" di majalah Science itu, Johan J Bolhuis menyatakan bahwa
Charles Darwin memperluas cakupan teori evolusi dalam buku The Origin
of Species-nya untuk menjelaskan kemampuan berpikir pada manusia. Ini
dituangkan Darwin dalam bukunya yang lain, The Descent of Man, di mana
Darwin berpendapat bahwa sifat-sifat pada diri manusia seperti
moralitas dan emosi muncul melalui evolusi.

Dalam perkembangan selanjutnya, para pakar di bidang psikologi yang
datang kemudian lalu mengekor jejak sang guru Charles Darwin, berusaha
menerapkan teori evolusi untuk menjelaskan akal pikiran manusia, atau
yang dikenal dengan istilah evolutionary psychology (psikologi
evolusioner, yakni psikologi yang dijelaskan menurut teori evolusi).
Lebih khusus lagi, psikologi evolusioner mengemukakan bahwa akal
pikiran manusia terdiri dari simpul-simpul daya pikir yang berevolusi
sebagai tanggapan atas tekanan seleksi yang dihadapi nenek moyang
manusia pada Zaman Batu.

Evolusi adalah ideologi

Awalnya berupaya menjelaskan asal usul keanekaragaman makhluk hidup
dengan menihilkan pencipta, teori evolusi pun lalu merambah ke ranah
psikologi manusia. Ini menyiratkan betapa evolusi bukanlah sekedar
teori di bidang biologi semata. Lebih luas dari itu, evolusi adalah
ideologi atau akidah ateis materialis, yang diterima benar secara
dogmatis, meski tanpa bukti nyata, dan dijadikan penganutnya sebagai
cara pandang serta pijakan dalam mengembangkan ilmu-ilmu lain,
termasuk psikologi manusia.

Karena dijadikan landasan dogma tanpa bukti di bidang psikologi
evolusioner, tidak heran jika terjadi kejumudan dengan menolak
penjelasan selainnya. Bolhuis menegaskan permasalahan penting ini:

"The main problem with evolutionary psychology is that it usually does
not consider alternative explanations but takes the assumption of
adaptation through natural selection as given."

Permasalahan utama dengan psikologi evolusioner adalah biasa tidak
dipertimbangkannya penjelasan-penjelasan alternatif tapi menjadikan
anggapan (asumsi) adaptasi melalui seleksi alam sebagai kebenaran yang
wajib diterima.

Perkataan di atas adalah bukti jelas yang menggambarkan sifat teori
evolusi yang tidak mencerminkan teori ilmiah, melainkan akidah, dogma
ataupun ideologi yang wajib diterima dengan menutup diri dari
penjelasan lain.

Tak punya bukti

Sang pengarang buku Evolutionary Psychology as Maladapted Psychology,
Robert Richardson, adalah pendukung evolusi, yang percaya bahwa
kemampuan psikologis manusia merupakan sifat yang terevolusi. Meskipun
begitu, filsuf asal University of Cincinnati itu menyatakan bahwa
penafsiran psikologi evolusioner dari sudut pandang biologi evolusi
adalah salah. Richardson sampai pada kesimpulan tersebut berdasarkan
kajiannya yang berpegang teguh pada ilmu pengetahuan, terutama pada
metoda-metoda ilmiah yang digunakan dalam penelitian di bidang tersebut.

Menurut Bolhuis, karya Richardson ini merupakan pelengkap karya yang
telah terbit sebelumnya, yang juga memberikan bantahan telak terhadap
penerapan teori evolusi selama ini di bidang psikologi. Karya yang
lebih dulu terbit tahun 2005 itu berjudul Adapting Minds (Akal Yang
Beradaptasi), yang juga karya pendukung evolusi, David Buller, pakar
filsafat asal Northern Illinois University. Berbeda dari Richardson,
karya Buller lebih terperinci, menitikberatkan pada bukti-bukti dan
memberikan penafsiran lain.

Para pakar psikologi evolusioner seringkali bersikukuh dengan pendapat
mereka hingga timbul kesan bahwa kemampuan nalar manusia hanya dapat
dipahami berdasarkan sejarah evolusi manusia. Akan tetapi dalam
kajiannya, sebagaimana dituangkan di banyak tempat dalam bukunya
Evolutionary Psychology as Maladaptive Psychology, Richardson
berkesimpulan bahwa tidak ada bukti sejarah yang dapat digunakan untuk
merekonstruksi evolusi kemampuan berpikir manusia.

Contoh nyatanya adalah kemampuan berbahasa pada manusia. Penjelasan
yang cenderung digunakan dalam psikologi evolusioner adalah bahwa
proses evolusi mendorong kemunculan keterampilan berbahasa tersebut
untuk digunakan dalam kelompok masyarakat kompleks. Dengan kata lain,
ada kebutuhan akan bahasa. Richardson berpendapat bahwa para pakar
fosil mustahil akan menemukan bukti-bukti yang dapat memberikan
informasi tentang tatanan sosial masyarakat nenek moyang manusia.

Rekaan belaka

Bahkan kalaupun bukti-bukti yang diperlukan dalam pengkajian kemampuan
berpikir manusia berdasarkan psikologi evolusioner dapat dikumpulkan,
hal ini tidak akan menghasilkan pengetahuan tentang mekanisme
kemampuan berpikir manusia, ulas Bolhuis yang juga menjabat sebagai
profesor tamu di Department of Zoology, University of Salzburg,
Austria. Sebab, kajian tentang evolusi berkutat pada rekonstruksi
sejarah sifat-sifat manusia.

Kajian tersebut tidak, dan tidak dapat, menelaah mekanisme yang
terlibat pada otak manusia, yang merupakan bidang kajian ilmu saraf
dan psikologi kognitif. Dengan demikian pengkajian psikologi
berlandaskan teori evolusi tidak akan pernah berhasil, karena berupaya
menjelaskan mekanisme-mekanisme tapi secara tidak tepat mengacu pada
sejarah mekanisme-mekanisme tersebut. Ini diibaratkan sang pengarang
seperti menjelaskan struktur tanaman anggrek dengan merujuk pada
keindahannya.

Di akhir ulasannya mengenai buku Evolutionary Psychology as Maladapted
Psychology (Psikologi Evolusioner sebagai Psikologi Salah Tempat),
profesor Bolhuis mengatakan bahwa hasil kajian Richardson mengungkap
betapa kajian psikologi berdasarkan teori evolusi sebagian besarnya
adalah rekaan semata:

In this excellent book, Richardson shows very clearly that attempts at
reconstruction of our cognitive history amount to little more than
"speculation disguised as results."

Dalam buku luar biasa ini, Richardson memperlihatkan dengan sangat
gamblang bahwa upaya-upaya dalam penyusunan ulang sejarah kemampuan
berpikir kita sedikit lebih dari "rekaan yang disamarkan sebagai
hasil." (Science 6 Juni 2008, Vol. 320. no. 5881, hal. 1293).

Atau sebagaimana diulas pula dalam editorial buku terbitan The MIT
Press (http://mitpress.mit.edu) tersebut:

It is speculation rather than sound science–and we should treat its
claims with skepticism. ([Psikologi evolusioner] itu lebih merupakan
rekaan daripada ilmu pengetahuan yang mapan – dan kita sepatutnya
memperlakukan pernyataan-pernyataannya dengan keraguan).

Mudah-mudahan psikologi evolusioner yang terbukti keliru ini, namun
telah lama diajarkan di dunia akademis, tak terkecuali di lembaga
pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia, semakin mendapatkan
pencerahan alternatif. Semoga. [as/science/MITpress/www.hidayatullah.com]

original source: http://www.sciencemag.org/cgi/content/full/320/5881/1293

Bila Diri Sempit Hati


Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Saudaraku, semoga Allah senantiasa memberikan kepada kita hati yang lapang, jernih, karena ternyata berat sekali menghadapi hidup dengan hati yang sempit. Hati yang lapang dapat diibaratkan sebuah lapangan yang luas membentang, walaupun ada anjing, ular, kaajengking, dan ada aneka binatang buas lainnya, pastilah lapangan akan tetap luas.

Aneka binatang buas yang ada malah semakin nampak kecil dibandingkan luas lapangan. Sebaliknya, hati yang sempit dapat diibaratkan ketika kita berada di sebuah kamar mandi yang sempit, baru berdua dengan tikus saja, pasti jadi masalah.

Belum lagi jika dimasukan anjing, singa atau harimau yang sedang lapar, pastikanlah akan bermasalah lagi. Entah mengapa kita sering terjebak dalam pikiran yang membuat hari-hari kita menjadi hari-hari yang tidak nyaman, dan membuat pikiran kita jadi keruh, penuh rencana-rencana buruk.

Waktu demi waktu yang dilalui seringkali diwarnai kondisi hati yang mendidih, bergolak, penuh ketidaksukaan, terkadang kebencian.Bahkan lagi dendam kesumat, capek rasanya, jelang tidur, otak berpikir keras menyusun rencana bagaimana memuntahkan kebencian dan kedendaman yang ada dilubuk hatinya agar habis tandas terpuaskan kepada yang dibencinya.
Hari-harinya adalah hari uring-uringan makan tak enal, tidur tak nyenyak dikarenakan seluruh kosentrasi dan energinya difokuskan untuk memuaskan rasa bencinya ini.

Saudaraku, sungguh alangkah menderitanya orang-orang yang disiksa oleh kesempitan hati. Dia kan mudah sekali tersinggung, dan jika sudah tersinggung seakan-akan tidak termaafkan, kecuali sudah terpuaskan dengan melihat orang yang menyinggungnya menderita, sengsara, atau tidak berdaya. Seringkali kita mendengar cerita orang-orang yang dililit derita akibat rasa bencinya. Padahal ternyata yang dicontohkan para rasul, dan nabi serta para ulama yang ikhlas, orang-orang yang berjiwa besar, bukanlah mencontohkan dendam, membenci atau busuk hati.
Mereka justru contoh pribadi-pribadi yang kokoh bagai tembok tegar, sama sekali tidak terpancing oleh caci maki, cemooh, benci, dendam, dan perilaku-perilaku rendah lainnya. Sungguh pribadinya, bagai pohon yang akarnya menghujam ke dalam tanah, begitu kokoh dan kuat, hingga diterpa badai dan diterjang topan sekalipun tetap mantap tidak bergeming.

Wallahu a¢lam.

Selasa, 17 Juni 2008

TIPS MENYELESAIKAN SPAM


1.      Misal Anda punya e-mail namaku@usahaku.com yang sudah dipenuhi spam. Buatlah e-mail baru dari Gmail, missal namaku@gmail.com

2.      Login ke webmail di e-mail lama. Jika Anda tidak tahu alamatnya, tanyakan kepada admin. Alamat webmail biasanya menggunakan format www.namadomain.com/webmail atau bisa juga http://mail.usahaku.com:3000/, alamat ini tergantung software yang dipakai.

3.      Di webmail itu, cari fasilitas "Forwarding", artinya Anda akan mengarahkan e-mail yang masuk ke alamat tertentu, isikan Gmail Anda, misal namaku@gmail.com

4.      Sekarang login ke Gmail. Jika Anda menginginkan e-mail yang Anda kirim ke orang lain tetap tertera tujuan e-mail lama namaku@usahaku.com, maka Gmail menyediakan layanan "Reply to address" yang bisa diisi dengan e-mail utama kita. Caranya dengan klik Settings, kemudian klik Accounts, kemudian klik "edit info".

5.      Dengan cara ini, walaupun kita mengirim e-mail dari Gmail, orang tetap membacanya e-mail itu datang dari namuku@usahaku..com . Khusus untuk e-mail dengan tujuan Yahoo, DomainKey Yahoo tetap mendeteksi kalau e-mail itu dikirim dari Gmail. Tetapi setidaknya e-mail kita aman karena semua e-mail tersimpan rapi di Gmail dan tak perlu dihapus. Jika ingin mencari arsip e-mail lama, tinggal searching di Gmail.

 

Sumber : AMIR SODIKIN / Kompas, Kamis 8 Mei 2008

Golongan darah kamu,,,,,,


Golongan Darah: A, B, O, AB
 
Di Jepang, ramalan ttg seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio. Kenapa? Katanya, golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita dan oleh karenanya juga menentukan psikologi kita. Benar apa tidak?
 

 
SIFAT SECARA UMUM

A

terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (krn perfeksionis) yg kadang bikin org mudah sebel, kecenderungan politik: 'destra'

B

nyantai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup, kecenderungan politik: 'sinistra'

O

berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yg detil, kecenderungan politik: 'centro'

AB

unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda, kecenderungan politik




 
BERDASARKAN URUTAN

Yg paling gampang ngaret soal waktu
1 B (krn nyantai terus)
2 O (krn flamboyan)
3 AB (krn gampang ganti program)
4 A (krn gagal dalam disiplin)

Yg paling susah mentolerir kesalahan org :
1 A (krn perfeksionis dan narsismenya terlalu besar)
2 B (krn easy going tapi juga easy judging)
3 AB (krn asal beda)
4 O (easy judging tapi juga easy pardoning)

Yg paling bisa dipercaya :
1 A (krn konsisten dan taat hukum)
2 O (demi menjaga balance)
3 B (demi menjaga kenikmatan hidup)
4 AB (mudah ganti frame of reference)

Yg paling disukai utk jadi teman :
1 O (orangnya sportif)
2 A (selalu on time dan persis)
3 AB (kreatif)
4 B (tergantung mood)

Kebalikannya, teman yg paling disebelin/tidak disukai:
1 B (egois, easy come easy go, maunya sendiri)
2 AB (double standard)
3 A (terlalu taat dan scrupulous)
4 O (sulit mengalah)




 
MENYANGKUT OTAK DAN KEMAMPUAN

Yg paling mudah kesasar/tersesat
1 B
2 A
3 O
4 AB

Yg paling banyak meraih medali di olimpiade olah raga:
1 O (jago olah raga)
2 A (persis dan matematis)
3 B (tak terpengaruh pressure dari sekitar. Hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat jepang bergoldar B)
4 AB (alergi pada setiap jenis olah raga)

Yg paling banyak jadi direktur dan pemimpin
1 O (krn berjiwa leadership dan problem-solver)
2 A (krn berpribadi 'minute' dan teliti)
3 B (krn sensitif dan mudah ambil keputusan)
4 AB (krn kreatif dan suka ambil resiko)

Yg jadi PM jepang rata2 bergolongan darah
1 O (berjiwa pemimpin)
 
Mahasiswa Tokyo Univ pada umumnyabergol darah : B

Yg paling gampang nabung :
1 A (suka menghitung bunga bank)
2 O (suka melihat prospek)
3 AB (menabung krn punya proyek)
4 B (baru menabung kalau punya uang banyak)

Yg paling kuat ingatannya
1 O
2 AB
3 A
4 B

Yg paling cocok jadi MC :
1 A (kaya planner berjalan)

 

 

 

MENYANGKUT KESEHATAN

Yg paling panjang umur :
1 O (gak gampang stress, antibodynya paling joss!)
2 A (hidup teratur)
3 B (mudah cari kompensasi stress)
4 AB (amburadul)

Yg paling gampang gendut
1 O (nafsu makan besar, makannya cepet lagi)
2 B (makannya lama, nambah terus, dan lagi suka makanan enak)
3 A (hanya makan apa yg ada di piring, terpengaruh program diet)
4 AB (Makan tergantung mood, mudah kena anoressia)




 

Paling gampang digigit nyamuk :
O (darahnya manis)

Yg paling gampang flu/demam/batuk/ pilek
1 A (lemah terhadap virus dan pernyakit menular)
2 AB (lemah thd hygiene)
3 O (makan apa saja enak atau nggak enak)
4 B (makan, tidur nggak teratur)




 

Apa yg dibuat pada acara makan2 di sebuah pesta :
O (banyak ngambil protein hewani, pokoknya daging2an)
A (ngambil yg berimbang. 4 sehat 5 sempurna)
B (suka ambil makanan yg banyak kandungan airnya spt soup, soto, bakso dsb)
AB (hobby mencicipi semua masakan, 'aji mumpung')

Yg paling cepat botak :
1 O
2 B
3 A
4 AB




 

Yg tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunin :
1 B (tetap mendengkur meski ada Tsunami)
2 AB (jika lagi mood, sleeping is everything)
3 A (tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum)
4 O (baru tidur kalau benar2 capek dan membutuhkan)

Yg paling cepet tertidur
1 B (paling mudah ngantuk, bahkan sambil berdiripun bisa tertidur)
2 O (Kalau lagi capek dan gak ada kerjaan mudah ken ngantuk)
3 AB (tergantung kehendak)
4 A (tergantung aturan dan orario)




 

Penyakit yg mudah menyerang :
A (stress, majenun/linglung)
B (lemah terhadap virus influenza, paru-paru)
O (gangguan pencernaan dan mudah kena sakit perut)
AB (kanker dan serangan jantung, mudah kaget)

Apa yg perlu dianjurkan agar tetap sehat :
A (Krn terlalu perfeksionis maka nyantailah sekali-kali, gak usah terlalu tegang dan serius)
B (Krn terlalu susah berkonsentrasi, sekali-kali perlu serius sedikit, meditasi, main catur)
O (Krn daya konsentrasi tinggi, maka perlu juga mengobrol santai, jalan-jalan)
AB (Krn gampang capek, maka perlu cari kegiatan yg menyenangkan dan bikin lega).




 


 Yg paling sering kecelakaan lalu lintas (berdasarkan data kepolisian)
1 A
2 B
3 O
4 AB