Jumat, 13 Juni 2008
Motivation of The Day : " Jalani Saja... "
Selamat Pagi..!!! Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin...
Abel adalah seorang seperti gadis pada umumnya, usianya sekitar 22-an,
tidak jelek untuk ukuran gadis kota, apalagi dia baru lulus dengan
predikat yang cukup bagus dari salah satu universitas ternama
di negeri ini.
Bulan-bulan ini merupakan bulan-bulan sibuknya, meski dia pernah
ditawari bekerja di salah satu perusahaan milik pamannya, ia memilih
mencari pekerjaan baru lain yang dianggap lebih layak dan lebih cocok
untuk dirinya.
Berpuluh-puluh surat lamaran pekerjaan ia kirimkan ke
perusahaan-perushaan terkemuka, namun belum hingga saat ini belum Nampak
hasilnya. Untuk mensukseskan harapannya, Abel sering menghabiskan
waktu untuk membaca-baca buku yang bisa membantunya dalam wawancara
nanti.
"Cara mendapatkan pekerjaan dalam 14 hari", "Sukses dalam seminggu", "21
cara lolos wawancara", "Mengakali Psikotes", menjadi buku-buku sarapan
abel setiap hari.
Hari-hari awal wawancara mulai, Abel mulai mendapat panggilan wawancara
dan tes di beberapa perusahaan terkemuka, seluruh tes dan wawancara awal
selalu ia lewati hingga dia mau ke wawancara
berikutnya.
Kebanyakan dari tes-tes yang dilalui abel selalu mengantarkan Abel
hingga test terakhir, namun sayangnya justru di saat-saat test terakhir
itu Abel tidak lulus. Hingga suatu saat abel sangat bersemangat ia pasti
diterima oleh sebuah perusahaan internasional yang bonafid dimana ia
sangat yakin dapat lulus semua tes. Namun sayang, meskipun ia begitu
yakin dengan semua pengetahuan yang ia miliki apalagi dibantu dengan
kiat-kiat yang ia pelajari selama ini, tetap saja di ia tidak diterima.
Akhirnya Abel duduk termenung, satu-satunya harapan dia untuk
mendapatkan pekerjaan di tempat bergengsi pupuslah sudah, di warung kaki
lima di belakang perkantoran mewah itu abel hanya duduk terdiam sambil
membeli sebotol limun yang tersedia disana. Ibu tua yang berjualan di
warung tersebut yang memperhatikan Abel sejak tadi bertanya.
"Knapa mbak, sepertinya kehilangan sesuatu"?
"Oh, tidak bu, saya cuma merasa kesal, karena saya gagal lagi di tes
terakhir, padahal saya sudah tahu semua pertanyaan dan bisa menjawabnya
dengan sempurna" jawab abel.
"Bukankah masih banyak pekerjaan lain untuk orang seusia dan secantik
mbak ini?" ujar si ibu.
"Sebetulnya banyak bu, hanya saja kurang cocok, sayang dengan ilmu
pengetahuan yang sudah saya miliki, lagipula saya yakin sekali saya
lulus dengan wawancara tadi " kata Abel.
Sambil mencuci gelas-gelas kotor, si ibu bercerita,
"Perjalanan hidup tidak bisa diselesaikan hanya dengan membaca buku
teori, tapi kita mesti menjalaninya, tidak ada pekerjaan yang tak
bemanfaat jika kita mau mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, dulu saya
kira ketika saya menjadi tukang cuci di rumah makan saya tidak akan
mendapatkan apa-apa selain upah, tapi itu salah, pekerjaan yang tidak
saya sukai itu ternyata memberi saya banyak pelajaran, hingga akhirnya
saya memutuskan membuka warung disini sejak 14 tahun lalu, sekarang tiga
anak saya sudah menjadi sarjana, yang pertama sekarang memiliki usaha di
Australia, yang kedua tidak mau bekerja, melanjutkan sekolah sambil
membantu ibu di warung ini, sedangkan yang ketiga kemarin setelah lulus
ikut membantu kakaknya di Australia"
Abel menimpali,
"Usaha apa yang dimiliki anak pertama ibu di Australia, lalu si adik
bekerja jadi apa? Manajernya ?"
"Anak ibu yang pertama menjadi pemilik usaha siap saji disana, adiknya
sekarang cukup menjadi tukang cuci piring dahulu" jawab sang ibu
Rahardian
Jadilah Orang yang Menguntungkan
Oleh: Jonru
http://www.jonru.net/kiat-sukses-jadilah-orang-yang-menguntungkan
Ide awal tulisan ini berasal dari ucapan Pak Mario Teguh dalam acara
Business Art di O Channel beberapa waktu lalu. Pak Mario bilang, pribadi
yang disukai oleh semua orang adalah pribadi yang menguntungkan. Sebuah
penjelasan yang sangat singkat, padat, namun penuh makna. Lantas tadi malam,
saya berkunjung ke rumah seorang sahabat - pengusaha bernama Pak Arief. Ada
ucapan dia yang membuat saya teringat lagi pada ceramah Pak Mario Teguh, dan
menggerakkan saya untuk menulis artikel ini.
Bila Anda adalah seorang karyawan, maka perusahaan tempat Anda bekerja akan
mati-matian mempertahankan Anda (bahkan mungkin menaikkan gaji Anda tiga
kali dalam setahun - seperti yang pernah dialami Tung Desem Waringin), bila
mereka menganggap Anda adalah karyawan yang menguntungkan. Kehadiran Anda di
perusahaan tersebut mungkin membuat profit perusahaan meningkat tajam, atau
membuat para staf lebih bersemangat dalam bekerja. Dalam versi Aa Gym, Anda
adalah tipe "karyawan wajib", yakni karyawan yang sangat dirindukan
kehadirannya dan sangat disesali kepergiannya.
Namun makna "menguntungkan" di sini tidaklah selalu identik dengan materi.
Sebagai contoh, coba renungkan persahabatan Anda dengan seseorang yang
sangat dekat dengan Anda, bahkan sudah seperti saudara, padahal Anda berdua
tak punya hubungan darah. Kenapa Anda berdua bisa demikian akrab? Mungkin
Anda akan menjawab, "Karena dia sangat baik, dia selalu mau mendengarkan
curhat saya, dia selalu mendukung dan membela saya, dia selalu bla… bla…
bla….".
Anda bisa saja menyebutkan 1001 alasan lainnya. Tapi inti dari semua itu
adalah, "Dia orang yang menguntungkan bagi saya."
Tadi malam, di rumah Pak Arief - seperti yang saya ceritakan di atas -
terjadi sebuah percakapan antara saya dengan dia. Pak Arief ini sedang
mempersiapkan penerbitan sebuah majalah, dan saya diminta menjadi pengasuh
rubrik "Konsultasi Penulisan" di sana.
Semula, saya merasa amat bahagia karena mendapat peluang yang sangat
berharga. Inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup saya, ada tawaran
yang sebagus ini. Saya berpikir, ini adalah kesempatan emas bagi saya untuk
mensosialisasikan keberadaan Sekolah-Menulis Online kepada khalayak yang
lebih luas. Singkat cerita, saya membayangkan hal-hal yang menguntungkan
bagi diri saya sendiri.
Namun saya baru menyadari sesuatu yang saya lupakan, setelah mendengar
ucapan Pak Arief. Dengan amat lugas dan tegas dia berkata, "Saya menyediakan
jatah satu halaman buat Pak Jonru. Satu halaman ini bisa bernilai Rp 1 juta
bila diisi iklan. Tapi saya biarkan halaman ini diisi dengan content yang
tidak menghasilkan uang. Artinya, Pak Jonru harus memanfaatkan kesempatan
ini sebaik-baiknya. Silahkan rubrik ini dikelola sebaik mungkin, sehingga
rubrik ini nantinya bisa mendatangkan keuntungan yang signifikan bagi
perusahaan saya. Keuntungan tersebut bisa berupa peningkatan oplah,
banyaknya respons pembaca terhadap rubrik ini, atau hal-hal lain. Bila
kehadiran Pak Jonru tidak bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan saya,
lebih baik halaman ini saya isi dengan iklan saja."
Ucapan ini sempat mengagetkan saya, tapi kemudian saya berpikir. Sebelumnya
saya hanya memikirkan keuntungan dari "Rubrik Konsultasi Penulisan" tersebut
bagi diri saya sendiri. Ucapan Pak Arief membuat saya sadar bahwa saya juga
harus bisa memberi keuntungan bagi sang mitra kerja. "Saling menguntungkan",
inilah istilah yang sudah terlalu sering kita dengar (bahkan mungkin sudah
bosan), tapi kita justru sering melupakannya.
Saya jadi sadar bahwa kesempatan yang diberikan oleh Pak Arief tersebut
bukan sekadar ekspresi kebaikan seorang sahabat, melainkan juga didasarkan
oleh sebuah perhitungan bisnis yang cermat. Karena itulah, ucapan beliau
saya jadikan sebagai pelecut semangat, agar nantinya saya bisa benar-benar
serius dalam mengelola rubrik Konsultasi Penulisan tersebut.
* * *
Bila Anda bisa menangkap inti dari cerita di atas, alhamdulillah. Bila
belum, akan saya sampaikan secara verbal:
Setiap kali Anda melamar pekerjaan, melamar beasiswa, melamar seorang gadis,
menawarkan proyek bisnis, menawarkan persahabatan, dan entah apa lagi,
yakinkan diri Anda bahwa orang atau pihak yang Anda "bidik" akan berpikir
bahwa Anda adalah orang yang menguntungkan bagi mereka. Anda bisa saja
menceritakan kelebihan dan prestasi-prestasi yang telah Anda raih. Ya, itu
bagus. Tapi bila kelebihan atau prestasi itu tidak membuat mereka berpikir
bahwa Anda adalah orang yang menguntungkan bagi mereka, saya yakin mereka
tak akan tertarik pada Anda.
Saya sebutkan sebuah contoh:
Misalkan Anda adalah seorang salesman asuransi. Anda menawarkan produk
asuransi kepada seorang pria berdasi. Anda menceritakan keunggulan dan
kelebihan produk asuransi tersebut dibanding produk-produk pesaing.
Apakah si pria berdasi akan tertarik pada penawaran Anda? Belum tentu!
Sebagus apapun produk yang Anda tawarkan, itu tak akan ada artinya bila si
pria berdasi tidak melihat unsur apapun pada asuransi tersebut yang
menguntungkan bagi dirinya!
Karena itu, daripada sibuk menceritakan keunggulan dan kehebatan produk
asuransi, lebih baik Anda menjelaskan "keuntungan apa yang akan Bapak
nikmati bila bergabung dengan program asuransi ini."
Demikian pula bila Anda sedang berniat mengajukan beasiswa untuk mengikuti
Sekolah-Menulis Online ( http://www.sekolahmenulisonline.com/ ) secara
gratis misalnya. Anda bisa saja menceritakan pengalaman dalam menulis,
prestasi di bidang penulisan yang telah Anda raih, dan sebagainya. Anda juga
bisa bercerita tentang manfaat apa saja yang akan Anda raih bila beasiswa
tersebut diberikan pada Anda.
"Saya akan sangat berbahagia bila diberi kesempatan untuk mendapatkan
beasiswa ini. Saya berjanji untuk belajar menulis dengan sungguh-sungguh."
Ya, Anda bahkan bisa melengkapi cerita Anda dengan janji seperti ini.
Sekadar info, seperti itulah isi dari sebagian besar tulisan yang masuk
kepada kami dalam rangka pengajuan beasiswa SMO. Ya, itu bagus. Tapi apakah
cerita-cerita seperti itu membuat kami berpikir bahwa Anda adalah orang yang
menguntungkan bagi SMO? Apakah cerita seperti ini membuat kami "tergoda"
untuk memberikan beasiswa kepada Anda?
Ternyata tidak! Terus terang, kami dari penyelenggara sama sekali tidak
melihat sisi-sisi yang menguntungkan dari cerita seperti itu, sebab itu
hanya terdengar seperti sebuah curahan hati yang narsis dan agak berbau
"egois".
Tahukah Anda? Banyak orang yang gagal melamar pekerjaan, melamar gadis,
menawarkan kerjasama bisnis, melamar beasiswa, menawarkan bisnis MLM (Multi
Level Marketing), dan seterusnya, karena mereka memiliki pola pikir yang
"egois" seperti itu. Mereka hanya membayangkan hal-hal yang menguntungkan
bagi diri mereka sendiri. Mereka lupa menyampaikan "Apa saja keuntungan yang
akan Anda dapatkan bila Anda menerima penawaran saya ini."
Semoga terinspirasi, semoga bermanfaat.
Salam sukses!
Cilangkap, 11 Juni 2008
Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University: "Stay Hungry.
Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University: "Stay Hungry. Stay Foolish"
Mei 1, 2008 ·
Steve Jobs adalah salah satu tokoh penting di Dunia Teknologi Informasi seangkatan dan sekelas dengan Bill Gates, mantan CEO Microsoft yang akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 9 Mei 2008.
Ketika saya membaca Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University, yang isinya adalah biografi Steve Jobs sendiri dan merupakan perjuangan hidupnya dalam mencapai keberhasilan sampai dengan saat ini, saya sangat terharu dan kagum atas keuletannya dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Steve Jobs juga ternyata memiliki filosofi kehidupan yang sangat dalam maknanya, yang saya harapkan dapat menjadi contoh tauladan kita semua dan generasi muda Indonesia pada umumnya.
Judul Pidato: "Stay Hungry. Stay Foolish" adalah sangat cocok bagi generasi muda Indonesia untuk bekerja keras dalam membangun negeri Indonesia yang kita cintai. Terjemahan Pidato Steve Jobs ini kami peroleh dari Sdri. Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggi di Australia. Silahkan disimak dan direnungkan.
-------0-------
Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.
Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik
Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan" dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.
Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: "kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:
"Tentu saja." Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangka n. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:
Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.
Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik
dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya
bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi,
takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak
perbedaan dalam kehidupan saya.
Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi
orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari
hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk
terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.
Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah
mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang
gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu
mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun
sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun asangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.
Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar." Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah
bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya,
yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.
Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut
konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:
Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda
sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah
satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole Earth Catalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Jangan Pernah Puas. Selalu
Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.
Kamis, 12 Juni 2008
Nilai Sebuah Kepercayaan
Oleh : Andrie Wongso
Dikisahkan, ada seorang pemuda yang dulunya hanya seorang office boy di sebuah perusahaan Jepang, tetapi sekarang ia telah berhasil menjadi seorang pengusaha sukses di bidang jasa.
Saat ditanya, bagaimana itu bisa terjadi, si pengusaha bercerita sambil bernostalgia. "Sebenarnya, pendidikan saya hanya SMP saja, itupun lulusan dari kampung. Saat diterima kerja sebagai pesuruh di kota besar ini, saya sangat senang sekali. Kata teman-teman di kantor, saya selalu bersemangat, murah senyum, dan siap membantu siapa saja yang memerlukannya. Bahkan bekerja lembur dan tidur di kantor pun, saya jalani dengan senang.
Tugas, yang pada mulanya hanya sebatas pesuruh, mengantar ini mengantar itu, menyediakan minuman, menyusun file-file, suatu hari meningkat menjadi pembantu adiministrasi saat ada anak kantor yang mengalami musibah dan tidak dapat menyelesaikan tugasnya, saya belajar mati-matian menggunakan komputer untuk membantunya mengetik.
Bos saya orang Jepang. Dan saya lah yang paling sering berada di ruangan bos, membantu dan menemaninya bekerja hingga malam hari. Perintah-perintah bos diucapkan dalam bahasa Jepang.
Pada awalnya saya tidak mengerti sama sekali. Dan, dari sanalah saya terpacu untuk belajar berbahasa Jepang. Karyawan dari Jepang yang bekerja di situ, sangat menghargai siapapun yang mau belajar bahasa mereka. Setiap hari, mereka mengajari sambil mentertawakan kebodohan saya jika salah dalam berucap kata. Oleh-oleh yang dibawa dari Jepang adalah buku-buku berbahasa Jepang yang saya minta.
Kira-kira empat tahun kemudian, tugas saya pun mengalami perubahan. Walaupun Tetap membantu serabutan, tetapi naik kelas menjadi asisten administrasi penghubung. Setiap ada tamu dari negeri sakura datang, saya yang menemani mereka menjadi penterjemah. Lama-kelamaan, saya dipercayai mengurus banyak hal, menghadap pejabat, menyampaikan pesan-pesan penting antar departemen dan sebagainya.
Sekian tahun kemudian, atas persetujuan dan bantuan Bos dan kepercayaan yang telah terbentuk selama ini, saya meminta izin untuk mengundurkan dan memulai usaha sendiri di bidang jasa, yakni mengurus berbagai perijinan hingga rekruting karyawan, khususnya untuk perusahaan Jepang yang hendak berinvestasi di Indonesia.
Bisnis saya bisa berkembang pesat seperti sekarang ini, tentu saja saya bersyukur atas semua ini, dan tetap belajar segala sesuatu agar bisnis saya terus berkembang dan berkembang.
Pembaca yang budiman,
Sebuah contoh proses perjuangan dari seorang karyawan yang biasa-biasa saja, sampai akhirnya bisa membangun usahanya sendiri dan sukses, namun semua itu tidak dia bangun dengan cara yang instan. Semasa masih menjadi karyawan, dia mau bekerja keras, jujur, dapat dipercaya, penuh tanggung jawab, dan mau belajar sesuatu yang baru serta pandai menempatkan diri sehingga kualitas karakternya yang positif itulah yang merubah nasibnya.
Sama halnya jika kita ingin berhasil. Mari kita mulai dari dimana kita berada saat ini. Belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, mampu menjaga sekecil apapun kepercayaan yang diberikan.
Begitu integritas kita terbangun, maka apapun yang kita tekuni, lambat atau cepat pasti akan mendapat tempat dan pasti kesuksesan demi kesuksesan akan segera datang menyusul.
3 Konsep Mudah Menjaring dan Mempertahankan Pengunjung
**Sejak awal, perlu kita tanamkan *kesuksesan situs web atau blog sangat
bergantung dari keberadaan pengunjung*. Tanpa mereka, sebagus apapun
tampilan situs web atau blog anda atau sebaik apapun content anda, semuanya
menjadi tidak ada artinya.
Karena merekalah yang membuat uang mengalir ke kantong anda. Mereka yang
mengklik iklan anda, memakai jasa anda, membeli produk anda, dan lainnya.
Pendeknya, hidup-mati situs web atau blog anda sangat bergantung pada
keberadaan mereka. So, jangan pernah kecewakan
mereka<http://www.jokosusilo.com/2008/02/17/jangan-pernah-kecewakan-pembeli/>
!
Secara umum, mereka ikut menyokong kesuksesan situs web/blog anda dengan dua
cara. Pertama, dengan berkunjung ke situs web/blog anda dan syukur-syukur
juga melakukan pembelian produk/jasa. Kalaupun tidak membeli, paling tidak
mereka sudah ikut membantu meningkatkan traffic.
Cara kedua yang mereka lakukan adalah dengan melakukan promosi kepada orang
lain. Bila situs web/blog anda bagus, tanpa segan mereka akan
merekomendasikannya pada orang lain. Dengan begitu anda dapat promosi
gratis. Syaratnya hanya satu, mereka akan melakukannya dengan senang hati
jika memang situs web/blog anda memenuhi kebutuhan mereka.
Dengan model promosi getok tular ini, penetrasi situs web anda bisa lebih
maksimal. Sebab kalau hanya mengandalkan iklan saja, pasti terbentur dengan
terbatasnya anggaran yang ada. Namun dengan rekomendasi lewat mulut orang
lain ini, anda bisa menjangkau pasar yang lebih besar. Serta pada umumnya
mereka lebih percaya terhadap omongan orang daripada iklan.
Nah, begitu pengunjung pertama kali datang ke situs web/blog anda, langkah
selanjutnya adalah membuat mereka "ketagihan" datang. Bagaimana caranya?
Ada tiga langkah menarik pengunjung dan membuat mereka menjadi pelanggan
situs web/ blog anda.
1. *Rebut perhatian.* Pertama kali, situs web/blog anda harus bisa
merebut perhatian pengunjung. Artinya, begitu pertama kali datang, mereka
langsung terkesima dengan content maupun tampilan visual anda. Serta mereka
tak perlu tunggu lama untuk bisa membukanya. Buatlah situs web/blog anda
sebagai sebuah entertainment. Artinya, setiap yang datang bisa terhibur
serta mendapat "sesuatu" dari situs web anda. Dengan cara ini, mereka pasti
tak segan berkali-kali datang ke situs web/blog anda. Yang penting pula
diperhatikan, buat dan tampilkan ciri khas diri anda. Ini penting untuk
mempermudah pengunjung mengetahui diferensiasi situs web/blog anda. Ciri
khas ini paling gampang bisa anda tampilkan dalam setiap posting anda.
Sehingga umpama mereka membaca tulisan anda di tempat lain, mereka bisa
langsung tahu kalau itu tulisan anda. Tak perlu ikut gaya orang lain, saya
yakin anda punya ciri atau gaya sendiri. Yang penting gaya anda itu kuat,
unik, dan disukai oleh pengunjung.
2. *Jual diri anda.* Konsep kedua adalah anda harus bisa menjual diri
anda. Setiap pengunjung yang datang ke situs web/blog anda dalam benaknya
biasanya bertumpuk pertanyaan berikut:
- Kenapa saya harus memilih situs web/blog anda dibanding yang lain?
- Kenapa saya harus bergabung dengan situs web/blog anda?
- Apa yang bisa saya dapatkan?
- Apakah isi situs web/ blog anda bisa memecahkan persoalan yang saya
hadapi? Kalau semua pertanyaan itu bisa terjawab dalam isi situs web/blog
anda, jangan kaget kalau pengunjung situs web anda membludak. Intinya, anda
bisa berikan jalan keluar atau solusi atas persoalan pengunjung. Serta
yakinkan pula anda orang yang tepat untuk mengatasi persoalan mereka.
3. *Kelola pengunjung loyal.* Memang butuh waktu untuk membuat situs web
dan blog yang dicintai banyak orang. Tapi kalau mereka sudah jadi loyal,
dengan suka rela mereka akan melakukan apapun untuk situs web/blog anda.
Bukan hanya merekomendasikan situs web/blog anda pada orang lain, tapi
bahkan akan membelanya mati-matian. Bagaimana cara melakukannya? Bukan
dengan menawarkan produk, tapi dengan selalu memberikan ide, saran, konsep,
filosofi yang mereka butuhkan. Kalau anda hanya gembar-gembor tentang produk
anda, di mata mereka, anda tak lebih dari sales produk! Lakukan ini secara
konsisten serta jaga selalu hubungan dengan mereka. Sekali lagi ini butuh
waktu.
Ketiga konsep sederhana ini bisa memperkokoh brand situs web/blog anda serta
merengkuh lebih banyak pengunjung. Coba tiga langkah di atas dan sesuaikan
dengan karakter pengunjung anda. Selamat mencoba!
Salam Sukses,
Junaedi
PROCESS TO SUCCESS
Suatu hari, seorang anak berusia 7 tahun bermain bergembira sambil lompat
kanan-kiri dan berlari-lari di pekarangan rumahnya. Di dinding rumah bocah
berkulit putih berambut pendek itu, ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan.
Di dinding utara, ada tumbuhan pisang dan pohon jeruk. Si anak kemudian
mendekati kedua pohon itu. Sambil memperhatikan dedaunan dan ranting cabang
jeruk. Tiba-tiba sianak kecil tadi melihat pada salah satu daun pisang
terdapat 2 buah telur ulat yang telah menjadi kepompong siap untuk menjadi
kupu-kupu…
Pada salah satu kepompong, dia memperhatikan ada sebuah benda sedang *berusaha
dengan sangat keras untuk keluar* dari lilitan telur tersebut. beberapa saat
kemudian dia amati, mucullah kepala dari telur itu. Dengan segenap tenaga
yang dimiliki, benda dari kepompong terus bergerak, dia terus mencoba untuk
keluar dari cengkraman telur itu.
*Dengan menahan kesakitan*, muncullah sayap sebelah kanannya. Sesaat
kemudian sayap sebelah kirinya juga muncul. Benda tersebut kemudian jatuh ke
tanah. Dan dalam sekejab dia bangun sambil mengepakkan sayapnya, terbang
menghiasi halaman rumah bocah 7 tahun itu. Bocah tersebut terdiam terpesona
melihat kecantikan kupu-kupu itu.
Sementara telur yang satunya lagi pun ada sebuah benda yang akan keluar dari
balutan tubuhnya. Sang bocah memperhatikan calon kupu-kupu itu berusaha
dengan keras untuk keluar. Menahan kesakitan yang luar biasa.
Lelaki kecil berkulit putih ini, merasa kasihan dan iba terhadap calon
kupu-kupu itu. Sehingga dia mengambil sebatang lidi, dengannya dia merobek
balutan kepompong. Akhirnya sikupu-kupu dapat keluar dari lilitan yang ada
ditubuhnya dan jatuh ketanah. Namun sayang,kupu-kupu ini hanya dapat berdiri
namun tidak dapat terbang sebagaimana temannya yang lain…
Saudara Power…
Demikian juga dengan kehidupan kita. Untuk mendapatkan kesuksesan, kita
membutuhkan proses menuju kesana. "*Tidak ada sukses yang instan"*. Sekali
lagi saya ulangi "*tidak ada sukses yang instan"*, yang ada hanyalah Mie
Instan dan susu Instan…he…he…
Dewasa ini banyak saudara kita memilih jalan alternative untuk menggapai
impiannya. Mendatangi kuburan, mbah dukun, menyembah pohon, judi dan
benda-benda tertentu.
Contoh nyata, sebagaimana yang terjadi dengan saudara kita di Aceh. Rumah
bantuan tsunami dari BRR di buat secepat mungkin untuk jadi. Dari luar kalau
kita perhatikan rumah nya sudah layak untuk ditempati.Tapi di dalamnya
terdapat kerusakan di dinding, lantai dan platfonnya. Ini adalah ulah dari
oknum kontraktor yang tak bertanggung jawab.Menginginkan rumah kilat, agar
bisa mendapatkan proyek lainnya…
"No pain no gain"
Tanyakanlah kepada para achiver-achiver, apakah mereka mendapatkan impian
dan cita-cita mereka dengan hanya berpangku tangan? apakah mereka meraihnya
dengan santai dan manis..?
Tidak,,,sekali lagi tidak.K Ronald dan K lily, instruktur NAC system. Selama
tiga tahun tinggal di rumah kontrakan berukuran 4x5 meter. Andrie Wongso
pernah menjadi Kuli bangunan. Ali sakti researcher BI, pernah menjadi kuli
beras untuk menghidupi keluarganya di Malaysia, tinggal bersama istri bahkan
tidak beralaskan kasur. Mohamad Yunus, selama 27 tahun berjuang, menyisakan
uang gajinya dari kampus untuk para pengrajin di sekitar tempat tinggalnya.
Cris Gradner, pernah tinggal di tempat rumah panti dan bekerja selama 6
bulan tanpa digaji…
Masih banyak contoh kisah nyata dari para achiver yang membuktikan bahwa
keberhasilan dan kesuksesan tidak diperoleh dengan instan.* Kesuksesan itu
adalah sebuah proses yang harus dijalani dan dinikmati.*
Do it now or never forever
Rahmadsyah
Selasa, 03 Juni 2008
KONSEP DIRI POSITIF
Oleh: Eko Jalu Santoso, www.ekojalusantoso.com
Dikisahkan ada dua orang kakak beradik yang sama-sama mengelola toko
kelontong. Kakak beradik ini mendapatkan modal dari ayahnya untuk
menjalankan usaha toko kelontong yang lokasinya tidak terlalu jauh berbeda.
Sang ayah hanya berpesan tentang dua hal yang perlu diperhatikan, yakni, "
Pertama, jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu dan
kedua setiap pergi dari rumah ke toko atau sebaliknya jangan sampai terkena
sinar matahari."
Waktu terus berjalan dan masing-masing berusaha mengelola tokonya dengan
menjalankan pesan ayahnya. Setelah beberapa tahun ayahnya meninggal,
kenyataan yang terjadi adalah anak yang lebih tua tokonya berkembang semakin
besar, barang-barangnya semakin banyak dan menjadi semakin bertambah kaya.
Sebaliknya, adiknya usahanya semakin menurun, barang-barangnya
semakinmenyusut dan menjadi semakin miskin.
Ibunya yang melihat hal itu merasa heran dan menanyakan kepada masing-masing
anaknya. Ketika ditanyakan kepada anak yang lebih kecil jawabnya adalah, "
Semua ini karena saya mengikuti pesan ayah. Pesan pertama, saya tidak boleh
menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya
modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara
aku tidak boleh menagih. Ayah juga berpesan agar setiap pergi dan pulang
dari rumah ke toko saya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya
selalu membawa mobil atau naik taksi menuju toko atau pulang kerumah.
Padahal, kalau mau dengan berjalan kaki saja sampai, tetapi karena pesan
ayah demikian maka pengeluaranku menjadi bertambah banyak."
Sedangkan ketika Ibunya bertanya kepada anak yang lebih tua yang lebih
berhasil mengelola tokonya, jawabnya adalah, " Semua ini berkat dua pesan
ayah tersebut. Pertama ayah berpesan supaya saya tidak menagih hutang kepada
orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan kepada orang
lain sehingga modal saya tidak susut. Kalau ada orang yang ingin berhutang,
saya lebih senang memberikan bantuan uang sesuai kemampuan saya saja,
sehingga saya tidak perlu menagih hutang. Ayah juga berpesan agar setiap
berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari,
maka saya selalu berangkat ke toko dengan berjalan kaki lebih awal sebelum
matahari terbit dan pulang ke rumah lebih lambat sesudah matahari terbenam.
Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka dan tutup jauh sesudah toko
yang lain tutup. Kebiasaan itu menjadikan banyak orang tahu dan tokoku
menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih panjang."
Sahabat semuanya, kisah diatas saya dapatkan dari seorang teman yang entah
dari mana sumber aslinya. Mungkin bukanlah kisah nyata, namun sesungguhnya
memberikan pelajaran bermakna kepada kita semua, bahwa sebuah pesan atau
kalimat dapat ditangkap berbeda sehingga memberikan hasil yang berbeda.
Kalau seseorang mampu melihat dengan "positive attitude" maka ia berhasil
menangkap pesan itu menjadi positif, pikirannyapun positif, tindakannyapun
positif dan hasilnya adalah positif pula. Sebaliknya kalau pesan itu
ditangkap dengan persepsi yang berbeda, maka pesan itu dianggap sebagai
sebuah kesulitan bukan sebuah tantangan, hal ini akan mempengaruhi pikiran
dan tindakannya, dan hasilnya adalah sesuatu yang negatif.
Setiap kalimat yang datang kepada diri kita dapat berarti positif atau
negatif kepada diri kita, sesungguhnya pilihannya ditentukan oleh diri kita
sendiri. Semua yang datang kepada diri kita, apakah itu negatif atau positif
sesungguhnya tergantung bagaimana kita mengartikannya. Tanpa kita memberikan
arti, maka setiap kalimat maupun keadaan yang datang kepada kita tidak akan
memiliki makna sama sekali terhadap diri kita.
Yang perlu kita pahami adalah bahwa salah satu kunci keberhasilan hidup kita
adalah bagaimana kita dapat mengembangkan KONSEP DIRI POSITIF. Konsep diri
positif ini seperti sebuah sistem operasi yang mempengaruhi mental dan
kemampuan berpikir positif seseorang. Konsep diri positif ini dapat masuk
kedalam pikiran seseorang dan mempunyai bobot pengaruh yang besar
terhadapkemampuan menerima dan mempersepsikan setiap pesan yang datang.
Semakin positif konsep diri seseorang maka akan semakin mudah menangkap dan
mempersepsikan setiap pesan yang datan menjadi sebuah pesan yang positif.
Demikian pula sebaliknya.
Konsep diri positif memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan
keberhasilan hidup seseorang. Karena konsep diri positif dapat mempengaruhi
pola pikir dan tindakan seseorang menjadi positif dalam kehidupannya.
Hasilnya adalah karakter pribadi positif yang menjadi modal bagi kesuksesan
hidup. Nah, bagaimana dengan Anda ?. Pilihannya ditentukan oleh diri Anda
sendiri. SEMOGA BERMANFAAT !
Langganan:
Postingan (Atom)